A+ A A-

PUISI

LIKU-LIKU KEHIDUPAN

Teman,
inilah suatu warna dan liku-liku kehidupan
bahasa manusia sejagat kian berbicara
kian tegas kian mengemok rasa adanya
seakan-akan tiada lagi ada rasa punya hati dan jiwa
biar lebur segala punah melanda
inilah zamannya titik noda bersenda
berbicara pintas kerana ianya sudah sempurna
Sudah dipercaya sudah dipasti iman dan takwanya
bukan main lagi bicara adanya gagah perkasa
menikam sukma ulu hati berkecai rasanya
tak sepadan jiwa sempurna melaksana
apa saja korban fikiran didayung demi kepentingannya
biar lautan bersemudra bergelombang lemas siapa saja
inilah saat dan waktunya sudah tiba merencana
usah difikirkan siapa saja maju mundurnya
ketawa dan pelepas geritan jua sama
biar telunjuk lurus kelingking berkait
membadai jiwa-jiwa durhaka masa hidupnya
ketandusan gersang kekeringan rasa kecewa
Biarkan segalanya akan ditanggung sama
padahnya amat perit dan mengecewakan semua
sudah pupus budaya sukma berjiwa bangsa
segalanya langkah salah dan ternoda
falsafah yang ada sudah tipis mencerna
hidup segan mati tak mau jua
salah siapa? maunya apa kerananya?
pastinya sesuatu kedamaian sudah tiada
bumi dan langit berubah warna ada pelanginya
hutan belantara kian melaratkan tujuan yang ada
jalan-jalan penuh liku beronak duri dipijak jua
kian mengencam jiwa raga tiada rasa
ombak kian membadai mengila pantai derita
manusia kian galak persis singa dan serigala
menggaum mencakar liku-liku kehidupan yang ada
kejernihan hati dan jiwa sudah malap hitam mewarna
kabut rebut bencana kian melanda mengamok segala
jiwa

inilah tanda kehancuran mendekat nasib segala
tanda akhirnya pesta dunia melagukan kedamaiannya
ada huru hara di mana-mana akan berpesta
buta mata hati kian merasuk jiwa-jiwa merana
ada kekejaman direka direncana putar belit adanya
sebesar seluas mana bumi dipijak kerdil jua adanya
tiada siapa bisa tahu bumi dipijak langit dijunjungnya
tiada siapa tahu arah mana nak ditujunya
di mana-mana sudah kelalahan dan kehausan
langkah berliku beronak duri perit dirasakan
inilah alasan dan sandaran kekejaman
tiada pilihan hanya paksaan
seolah-olah sembelit dan ada kekhuatiran
hanya bayangan mimpi mengerikan
setiap langkah sudah digari tali yang panjang
meratap dan merintih sepanjang zaman
generasi kian buta mata hatinya menggepar
terkapar dengan nasib dan suratan
rasa takut dan penyesalan
kerana bumi dipijak penuh onak-onak
langkit dijunjung penuh debu-debu
siang malam penuh mendebarkan dan berliku
inilah akhirnya sebuah kehidupan.

Teman,
lihatlah cerminmu di hadapan ada senyum dan
tangismu
ada bijak dan kebodohanmu
ada kelebihan dan kekuranganmu
bermacam sudut kehidupan mewarnai nafsumu
kau sudah berani melaungkan bicaramu
lagu dan irama kemanusiaanmu
sering ketandusan nafsu berahimu
apa erti tujuan hidupmu?
kenapa sekarang kau sering melagukan
kesombonganmu

membajak setiap kutu-kuta meraba nasib malang selalu
ini takdirmu? suratanmu? sudah ada buruk baikmu
arah mana lagi kau nak tuju
setinggi manapun pelangi awan membiru
tak kan kau dapat capai dengan hasrat murnimu
segalanya mengikut arus air mengalir
bicara hati dan budi rasa segalanya ada
takkan luput dari segalanya selaku insan tak punya
tak berdaya kerana liku-liku hidupmu sama saja
ketika kau sudah meratapi nasib miskinmu jua
segalanya akan hilang sekelip mata
rasailah kau hidup atau mati
betapa liku-liku hidup ini penuh janji
penuh dosa dan noda segalanya tak disedari
kau manusia yang tak punya apa-apa
selimut tidurmu putih menyeramkan jua
hanya iman dan takwamu selalu berbicara
selembut sutera tutur bicara jujur segala
hidup itu sempurnanya sederhana
bukan garha egois melata janji dusta
bukan berpura-pura bijak dan menawannya
tapi kesederhanaan itu kesempurnaan hidup jua
itulah insan mencontohi kebaikannya
kerana hidup ini penuh liku-likunya
onak duri mengepar membelit segala jiwa
entah jadinya apa akan dirasa di hari muka
tiada diketahui dirimu macam mana
baikkah? atau penuh dosa dan noda?


KENANGAN DAN IMPIAN

Teman,
baru ku tau khabar berita
membaca puisi teman lama
kendatipun larut sudah harinya
kendatipun hanya kenal penanya
terasa juga kesedihan yang ada
pilu jua rasa kehilangannya
usia umur tak disangka-sangka
beginilah sudah suratannya
tiada siapapun terasa masa dan waktunya
kalau umur sudah bicara
saatnya akan pergi meninggalkan segala
apapun caranya sudah nyata
apa lagi keadaan di usia senja
pelbagai musabab biasa saja
itu kudrat dari yang Maha Esa.

Teman,
pergimu meninggalkan kenangan
buat teman-teman seperjuangan
rasa kehilangan dan kesedihan
itulah orang yang dikenal
penanya adalah perjuangan
menabur jasa pena berwawasan
tak mengira apa pun ganjarannya
itulah sumbangan hidupnya
tetap berkarya itulah cita-citanya
selamat jalan teman
jasa baktimu tetap tugu ingatan
terukir nama penamu indah permai
dalam bisikan zaman-berzaman
puisimu kekal disedut santapan
kekal menjadi kenangan.

Beginilah akhirnya sebuah kehidupan
kendatipun ia bukan pilihan
bukan paksakan
namun ianya bakti dan ketaatan
selamat jalan wahai teman
iringan doa dan sanjungan
itulah warna-warninya kehidupan
datang dan pergi tiada ketahuan
hanya yang ada menunggu giliran
semua akan merasakan
usah dipilukan usah diratapkan
janji dan rahsia Allah tetap berjalan
tak kira di usia Allah tetap berjalan
tak kita di usia siang dan malam
ianya tetap datang membawa kerahmatan
justeru itu permaikanlah kehidupan
jangan disia-siakan usia dilanjutkan
beramal ibadat itu suatu kerahmatan
tak ada lagi nak dibanggakan
selain bertakwa dan beriman
biar abadi mulia di sisi Tuhan.

II
Peliharalah usiamu
agar jangan kenjantungan
agar jangan sakit-sakitan
ini sudah teguran
ini peringatan
jangan dikeloh-kesahkan
sabar itu kuasa iman
jalani saja sebagai impian
tiada yang kekal
pelbagai akan dirasakan
melalui takdir dan maut
sudah rencana Tuhan
suatu ketetapan
mau siang atau malam
semuanya akan bergiliran
kembali ke pangkuan Tuhan
muda atau tua sudah ditetapkan
selalu ingat takdirnya Tuhan
sedar dan insaf jadi pegangan
sukat-sukat kehidupan dan iman
kerana sesal dahulu itu pendapatan
tak ada gunaya sesal kemudian
itulah kehancuran
itulah kemusnahan
itulah kemiskinan
kepapaan umat tak beriman.


Oleh: HAMID AL-HAJ

Lebih dalam kategori ini: « PUISI PUISI »

Ramalan Cuaca

Untuk maklumat lanjut Ramalan Cuaca bagi Negara Brunei Darussalam sila layari www.met.gov.bn

Login or Register

LOG IN

Register

User Registration
or Cancel