A+ A A-

Bebas
Wahai burung!
kau bebas terbang ke mana saja
kau bebas menyanyi kapan kau suka
kau bebas tinggal di mana selesa
kau bebas bergaul dengan siapa saja (sesama
burung)
yang penting tiada batasan dalam hidupmu.

Wahai manusia!
kau bebas bergerak ke mana saja asal tentu tujuannya
kau bebas menyanyi bila kau suka asal kena masanya
kau bebas berkata asal jangan ikut rasa (fikir baik buruknya)
kau bebas bergaul dengan sesiapa asal ada batasnya
(Jangan langgar hukum agama)
yang penting hidup manusia ada peraturan
sebarang laku mesti disinggani
setiap lumih tutur kata harus hati-hati
jika menyimpang cepat-cepat kembali

Ingat!
semua peraturan mesti dipatuhi
semua larangan hendaklah dijauhi
jadikan ia panduan diri
tak jadi sesalan di kemudian hari
barulah hidup aman harmoni.

Cermin
Kau sangat berharga pada manusia
buat manusia tersenyum gembira
terkadang bikin manusia berduka
tak perlu kau dipersalahkan
kau hanya menjalankan tugasmu:
memantulkan sebarang bentuk yang ada depanmu
sekalipun sinar sang Suria.

Kau ada di mana-mana
di kereta
di almari
di tandas dan di mana saja.
Hari berlalu tanpa menunggu
kudratmu semakin teruja dimamah usia
kasihan sungguh badanmu
disapa debu kiriman angin lalu
disalut kotoran yang membujur lalu
kau tampak comot meski kau setia menunggu
kini kau tak seperti dulu
memandangmu hanya undang amarah
kau tak lagi dipedulikan
akhimya kau dimusnahkan.

Begitulah juga kehidupan manusia
bila mana badan sentiasa dihiasi benda haram
cahaya iman perlahan-lahan padam
rahmat Allah makin berjauhan
hidup sentiasa dalam kesesatan dan kegelapan
bala datang bertempiaran
akhinya mati tidak beriman.
Oleh: Quratu Ain

Cinta Kerahmatan Ramadhan-Mu
Teman,
Ramadhan menjelang tiba
dipersada umat-umat islam semuanya
bulan mubarak bulan kemapunan
bulan beramal bulan beribadatan
menjana pahala berlipatganda
marilah kita antara tua muda belia semua
kita ke rumahNya memanjatkan doa
mohon keampunan segala dosa yang ada
peluang yang entah ada kesempatan kita
untuk mendekatkan diri demi meniti
kebesaranNya.

Teman,
Semarakkanlah bulan ini dengan keikhlasan
demi ketakwaan dan keimanan
bukan sejenak untuk berpura-puraan
atau ikut-ikutan bersenda gurau
sunat dikerjakan tapi yang wajig ditinggalkan
ikutlah aturan agama yang sebenar
agar ketakwaan dan ibadah ktia dalam
cahaya keimanan.

Teman,
ianya sekelip mata akan meninggalkan kita
menyapa umur kita untuk melaksanakannya
apa pun yang kita lakukan kerananya
kesedaran beragama itu penting adanya
sifat ikhlas, jujur dan amanah intinya
kehidupan rukun berbangsa dan bernegara
inilah ummat islam di Negara kita
memelihara agama Islam nombor satu didunia
inilah juga tikat dan cita-cita rakyat islam semua
kepingan menunaikan rukun islam kelima
dicita-citakan bersama
agar semuanya dinegara ini sama-sama dan
meraih rukun Islam kelima-limanya; intinya
mengucap dua kalimah syahadat
mengerjakan sembahyang lima waktu
mengeluarkan zakat
berpuasa dibulan Ramadhan
dan;
menunaikan fardhu haji
rukun inilah intipati kehidupan kita
menjati diri beragama tiada talok bandingnya

Teman,
dengarkan ini sebuah harapan dan doa
kita akan melihat kesemuanya umat-umat islam
berada di rumahnya
berjemaah dengan ketayap putih yang manis
dengan keimanannya
berjaya dihimpunkan dan disumbangsehkan
dengan rahim kasihan diberi keistimewaan
dengan tambang dan bankdrafnya tiap seorang
yang belum pernah menunaikan kewajipannya
agar menunaikan rukun hajinya
mendaulatkan rakyat tiada talok bandingnya
inilah sebuah negara islam beraja
sentiasa medaulatkan rakyat islamnya
pergilah rakyat ku, beribadatlah kamu
inilah juga harapan dan cita-cita ku
menjadikan kamu umat-umat nombor satu.

Sesalan Yang Tak Kesudahan
Teman,
Kalau bicara jujur sekalipun perit
Sudah sampai saatnya kita-kita bicara
Kendatipun seusia ini sudah usang rasanya
Sudah jadi pesara dan warga tua
Diterima adanya tak cukup pula
Kini khabar sudah ada cerita
Terlibatnya kita-kita ada untungnya
Tapi didengar tak nyaman pula
Ada-ada saja punya cerita
Kan halnya demikian keolahan
Bisa-bisa menghancurkan harapan
Keolahan bisdia ada ada punya cerita
Sampai gangguan mental jadinya
Difikir macam tak kena
Sasaran pula pada warga tua
Pesara yang tak ada punya apa-apa
Diolah-olah dibadai anugerahnva
Fikiran apa ada pada mereka
Suka-suka fikiran sekotor begitu jadinya
Apa tidak rasa kasihan pada kita-kita
Sampai begitu sekali gelagat mereka
Ada kuasa punya fikiran sekotor pula
Mangsanya kita-kita sampai kini jadi bicara
Tiada bijaksana pintar-pintar bodoh jadinya.

Teman,
Bicara ikhlas dan jujurlah kerjanva
Maklumkan pada kita-kita apa sebenarnva
Sampai kelalaian ini berlarutan masa dan waktunva
Sebalik keolahan mereka masih teka teki pula
Kita-kita tunggu tiada hujung pangkalnya
Macam mana pentadbiran ini sebenarnya
Pening-pening lalat tak tentu arah tujunya
Di hulur-hulur penyampaiannya pula
Macam-macam pula alasan dan tenguhannya
Masalah dibelit-belit membuat pening kepala
Ini yang kita-kita tidak mengerti begitu sukar urusannya
Sebenarnya apa taget jujur pada pelanggannya
Macam-macam sudah gaya perilaku mereka
Tiada carta yang sihat dan benar jadinya
Masih juga kuyu lali tiada bererti dan maknanya.

Teman,
Ini saran kita para pesara yang dibadai rasa
Perilaku kalian itu cuma-cuma saja
Jujur dan amanah tiada sepakat jaya
Apalagi menjalankan kata pemimpin kita
Yang tidak pernah berbicara untuk
Melintang pukangkan fakta pada rakyatnya
Seolah-olah diluar sana jadi bebanan pada mereka
Kalau demikian keolahan bisidia
Mencarna harapan pemimpin untuk rakyatnya
Sudah saat dan waktunya kita berbicara
Karena hak itu sama tidak dibeza
Yang kaya apa lagi miskin hidupnya
Namanya rakyat perlu keadilan jua
Bicara ada benar dan faktanya
Agar semuanva bererti hidup bernegara
Jangan jadikan alasan peribadi bangsa
Alamat pincangnya urusan-urusan Negara
Ertinya falsafah yang ada jadi luntur jua
Sifat kemanusian itu kian menjadi-jadi pula
Ertinya nafsu kuasa menjelajah erti hidup sebenarnya.
Ternyata Padahnya Ada

Teman,
Kiranya ini bicara ristaan selama
ada-ada saja tidak kena
memapar kehidupan yang nyata
jadi kelohan selama hidupnya
pengamat ubat berkantong ada
bisa jadi ubatkah ia atau menjana sakit lainnya
sudah parah rasanya kena ubat beraneka rupa
perit sekali rasanya tenaga
terlalu lelah dan malas jadinya
selamanya itu tidak bermaya
baik-baiknya inda jua
sekadar hanya untuk bertahan saja
bahkan semakin timbul pelbagai penyakit pula
payah jua menyambung nyawa ani katanya
seorang tua macam tak kena bicara
mengeloh kurang percaya
apa benarkah ubat ini pencegah segala
jangan-jangan menjadi racun yang mengamok rasa.

Teman,
Sekian hari memikir dan merenongnya
padah dan akibatnya pesakit kian menderita
kendatipun ubatnya berkantong-kantong ada
sia-sia saja tak kena rupanya
ubat semuanya tak serupa
ada benar ada juga tidak benarnya
sejujurnya ada bicara 'bepadah' jua
ini bukan asli ini tiruan mungkin murah harganya
karena inilah bebanan pesakit kian terseksa
karena ubat tidak kena dan mantap agaknya
tidak memuaskan karena ia rengan saja
justeru itu soal dan tertanya-tanya
ruginya siapa? juga sasaran dan akibatnya
siapa?
banyak yang menjadi korban karenanya
menderita padahnya ubat tak kena
murah tapi padahnya semua kena
kian banyak menderita sudah dirasa
bermacam-macam timbul sakitnya
inilah dirasa ditanggung bersama.

Teman,
Cubalah rancangan terbaik buat semua
Dimana-mana pun serupa jua
Hanya mengharap sebenarnya
kendatipun ia mahal tapi baiknya ada
tiada banyak lagi akan menderita
peribahasa bermadah nyata
apa indahnya manusia juga
mewah itu raja segala
tapi sikerdil juga jadi sasarannya
kata bicara sekadar yang ada
rugi sekali manfaat semua
rugi selamanya membawa akibatnya
kian ramai akan terluka parah karenanya
sejujurnya ini diambil hikmahnya bersama
pendapat seseorang itu ada tujuannya
juga ada benarnya berbicara
demi kebaikan bersama semuanya akan merasa
kepingin merasa nikmat sihat dan sejahteria.

Teman,
Rancanglah sebaik-baiknya demi nyawa
jangan menambah parah segalanya
kalau berlarutan sedemikian halnya
sakit akan bertambah bukan berkurang jadinya
siapa Iagi diharapkan kejujuran manusia
penyelamat segala nyawa yang kian menderita
jangan hanya omong itu sesuka saja
mengamburkan kekewatiran yang ada
dananya sudah menjangkau raksasa
karena bukan kena pada tempatnya
karena bukan jurusannya pasti songsang
jadinya
lihat dimana salahnya watak-watak bisdia
apa benarkah sudah perbuatannya
memikirlah kearah yang bijaksana dan
sempurna
agar padahnya tidak semakin parah jadinya.
Kasihan mereka yang sudah lanjut usianya
kendatipun sekubit sudah usia senja
namun berkat memelihara dan menjaganya
ada jua berkat doadoa mereka
bersyukur nikmat dari yang Maha Esa
begitulah ciri-cirinya bicara pasti ada
semakin ramai menjaja nasibnya
bebanan semakin berat karena ubatnya
berkantong ubat memalap mata
jiwa tak tenteram karena olah siapa
segalanya menjadi teka teki memikirkannya.
Oleh : Hamid Al-Haj Brunei.

Sengsara Bukan Selamanya
Di pagi buta. .. .
tika mentari belum buka mata
tanah masih belum kelihatan
sajuk manjantak menusuk tulang
kau telah siaga untuk berjuang
berjuang di medan pencarian
mencari rezeki untuk keluarga
sarapanmu secawan kopi dan sekeping roti
cuma.

Membanting tulang di terik mentari
panas terasa membakar diri
kulit hitam dibakar mentari
jangankan berlindung
hendak berkalihpun kau tak sudi
semangat yang luntur berkobar kembali.

Badanmu penuh debu
tak seinci kulitmu yang tak disentuh mentari
tak penting pada kulit yang gelap
yang penting senang hati
kau tak pernah merungut
walau jerih mencari rezeki
tanganmu kasap mencorak bumi
meminta-minta jauh sekali
walau kau tewas dalam kesenangan
sebenarnya kau wira di medan pencarian.

Pabila mentari melabuhkan tirainya
hari mula merangkak senja
kau pulang ke rumah segera
membawa hasil yang tak seberapa
tapi cukup untuk nafkah keluarga
bagimu,
keberkataan paling utama.

Bila malam menjangul mula
kau santai dengan keluarga
penat lelahmu hilang kandila
melihat telatah anak-anakmu yang manja
sungguh mereka masih kecil dan mentah
mereka hanya tahu meminta
tapi semua itu tak apa
tanggungjawab seorang bapa
mereka sanggup buat apa saja
asal hidup anak-anak selesa dan berjaya
kau tak mahu mereka ikut jejakmu
hidup menyahan derita dibubut sengsara
walau ia bukan kau pinta
tapi!
kau telah cuba merubahnya.

Kau bius mereka dengan ilmu agama
sembahyang jangan dilupa
mana yang sumpak ditambal segera
yang baik amalkan
yangjahat tinggalkan
tak mengongkong dan tak terkongkong.

Sekarang lihatlah hasil tuaianmu
anak-anakmu telah berjaya
berjawatan tinggi kesemuanya
ada yang menggapai angkasa raya
ada yang jadi petah bicara
ada yang menuntun jalan ke Syurga
ada yang jadi benteng negara
makanan halal sumber mulanya
daging pejal akhir kejadiannya
jadi manusia yang berguna
kepada keluarga, agama, bangsa dan negara.

Kini kau semakin senja
kudratmu tak seberapa
patukmu hilang bisa
langkahmu tak seirama
kau akur dalam terpaksa
menongkah masa yang semakin menguja
akhirnya kau pasrah dalam redha.

Ingatlah!
kejayaan anakmu bukan untuk dibangga
kerana bangga bukan sifat manusia
tapi sifat Sang Pencipta.
Renungkanlah kalimat ini
bila mendung berarak
mentari pasti muncul semula
jangan takut mengharung derita
Kerana,
sengsara bukan selamanya.
Oleh : Soffio. Kg Selayung.

Seterusnya...

Ramalan Cuaca

Untuk maklumat lanjut Ramalan Cuaca bagi Negara Brunei Darussalam sila layari www.met.gov.bn

Login or Register

LOG IN

Register

User Registration
or Cancel